Din dinda oh dindaku
Anak tangan menari diwajah acoustikku
Berduyunan peri-peri menebar pd ratu
Bak altar diteras nirwana
Tapi...
Sayang...
Aku lelah bermimpi
Terlalu jenuh berpangku tangan
Terlalu tua bernyanyi angan
Nyatanya angin ku sentuh
Nyatanya cahaya ku peluk
Lama kudamba-damba pelangi
Namun hujan enggan berhenti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar