Rabu, 23 Februari 2011

‎~Lembaran Bisu~


Kereta tak lagi menjemput...
Lagi pilu sejauh pandang melayang...
Kisah klasik daun dan hujan di balik awan...
Hanya embun busuk yang tersisa pada bui...

Masa silam si pejantan rapuh...
Sendiri menunggu kereta yang pergi...
Muram sesekali berteriak merunduk wajahnya...
"Rumput kecil yang tumbuh di padang pasir"...
Sendu-sendu sumbam surau pada hembus angin...

Lalu...
Ia perpangkal lalu...
Otaknya memutar dimensi lalu...
Pada catatan sejuta bunga yang ribas hanya pelukan jenaka...
Ia menyanyi tetap...
Kereta tak kunjung menjemputnya dengan bunga yang sama...

Keluh... Ia melepas jemarinya...

Rabu, 09 Februari 2011

~ Kitab Rabb~

Ku baca di depan nama rabb...
Kulantun pada nafas-nafas berhembus...
Kebenaran alam...
Kebenaran sejauh fikir tiada mampu berdengung...
Lentera kebutaan...
Pada mata-mata yang buta...
Langit tiada tiang menghampar karna rabb...
Tak kenal mati sebuah mushaf suci...
Tak akan terusik indah sastranya...

Ku baca di depan nama rabb...
Kitabku... kehidupan nyata dan ghaibku...Lihat Selengkapnya

Rintik Hujan

Hujan-hujan ini...
Lagi-lagi hujan...
Rintik-rintik ini...
Lagi-lagi merintik...
Keheningan tanpa berbunga...
Suasana keruh relung...
Menjadi dingin di bawah genting yang terhujani rintik-rintik...
Hanya nada sederhana menemani terpetik...
Menyendu diharmoni sendu...

Hujan-hujan ini...
Cepat berlalu rintik-rintik ini...

Selasa, 01 Februari 2011

~ Surat Untuk Tuhan ~


Ku tulis dari sini...
berkicau burung menangis...
dari awan-awan yg sempat jatuh...
menindih ulat kecil bernadi...

Sepucuk rindu...
yang melangkah dn terbang...
dari kertas lisan hitam...
melihat piano menada di surga...
juga manis-manis berwarna...
aku berpinta...
pintu emas sempat tertutup...

Sepucuk rindu kutulis...
padamu rajaku...