Kamis, 06 Maret 2014

-DORAEMON TELAH MATI-

Aku...
Dijemari mulutku
Sebilah kata bisu
Dari sumur yang teramat dalam
Kering, tak berair

Ini bukan cerita Doramon dan teman lelakinya

Aku...
Dan sebilah kata bisu
Menangkup rindu pada petang
Sebelum gelap itu datang
Dan benar-benar kian datang
Pekat
Menakutkan

Dimana cahaya itu?
Cahaya diawal detik
Saat jarum dan gerakan pertamanya
Menari dengan langit
Membisu pada gelap, dan ini....
Kabut yang membutakan
Hampir tak lagi ku kenali

Dan kutahan tali bintang
Saat duka mulai terbit
Letih
Dimana aku menari?

Ini bukan dimensi fantasi
Doraemon dan teman lelakinya yang mati
Juga waktu terkubur
Dan manis itu pun
Aku hanya pejantan yang rindu indah pagi....

[Ofi Muhammad; Gubuk reot, sedati, 03/03/14: 17:18]

-SUNGAIKU, SIBURUK RUPA-

Tampak...
Medan permainan bocah ingusan
Teramat lampau
Di dunia hijau
Sungaiku yang cantik
Mengalir bak mutiara mutih

Bagaimana kabarmu?
Si bocah berziarah
Ku temui engkau teman kecil

Sungaiku,...
Itukah kau wahai si cantik??
Ku rasa kau penyakitan
Wajahmu muram penuh kesedihan
Matamu lebam menghitam
Apa kau menangis?
Atau kau sedang menahan sakit?
Sungguh malang
Kini kau siburuk rupa, cantik....

Ku lambai
Pada hati tertatih-tatih
Sungaiku si cantik
Sungaiku menangis.....

[OIM: Teras Sungai. 13:39]