Sebenih embun, tanyakan
Pada hujan didaun-daun
Catatan yg sejenak berhambur
Bagaimana harus ku tepis
Tuhan, sprtinya ia tak singgahi gubuk lalu
Suaranya angkuh
Akankah layu?
Atau puisi akan lebur pada kutu-kutu?
Ku lirik bunga meludah
ku peluk angin memaki
Hari tlah petang
Dan tampak secarik bantaian dindaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar