Jumat, 08 April 2011

MENYADARI PERIANG

menyadari periang
tampak langkah yang muram wajahnya
mungkin perkataan itu terlalu dia cernah
hingga catatannya tak tampak
seperti dia bisu dalam pasir

kenaliku dia berlari
tanpa sapa palingpun tinggalkan aku yang hendak berjabat tangan

kumohon seperti kau periang
kaji dulu kata" ini
kau terlalu baik mengenalkanku pada gemintang
kau tunjuk satu saja diujung telunjukmu

wajahku memerah lalu
kau tak juga berdiri dihadapanku
wahai kau periang
aku hanya bertutur tentang badai yg tak nyata
bukan ejek hinjakimu

dimana kau periang...
kembalilah... kembalilah kawan...

(Catatan Si faqir) 04 Januari 2011...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar