Untuk mbah marijan
Kami berlambai duka Pak...
Dengan pipih salam tertitip serpihan pasir...
Mengenang sketsa tawa kau...
Sebelum telaga api menyurak keras lalu...
Namun hendak tak tersentu tangan...
Akan tetapi tuhan menitipkan sebuah amanat kcil...
Tuk cerita mata kedepan...
Rahasia putih yg menyeru...
Untuk para pemimpi seperti arahan kami...
Selamat membingkai tawa pak...
Kami saksi sujudmu diselimut pasir lampau...
30 Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar