Angin datang dan pergi
Menyapu penggembala yang turun
Membelai lalu menampar
Mencinta dan menusuk hati
Hanya tanah dia membentang
jadi alas
bukan sebuah altar surga
Bocah itu berlutut
Mencaci catatan lalu
Memukul dengan kepalan
Hingga berdarah di puncak kejenuhan
Inilah sebuah daun gugur
Emas telah berlalu
Dan kini hanya kering tersapu angin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar