Kamis, 17 Maret 2011

~Benang Merah Sumbam~

Aku merajut benang merah
Dilembah kalbu
Kusapa terus kau dinda

mungkin...
rumah gubukku kau lekas berlari
ataukah pria ini terlalu dekil?
terlalu berdiri jauh dibawah pohon berlian

kau menjerit
sampai suaramu menyeruak direlung-relung
kau menggantikan mawarmu dengan bangkai musang
berlinang maki tak tampak
namun rasanya sudah membunuh aku

Aku merajut benang merah
Dilembah kalbu
Kusapa terus kau dinda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar