Aku merajut benang merah
Dilembah kalbu
Kusapa terus kau dinda
mungkin...
rumah gubukku kau lekas berlari
ataukah pria ini terlalu dekil?
terlalu berdiri jauh dibawah pohon berlian
kau menjerit
sampai suaramu menyeruak direlung-relung
kau menggantikan mawarmu dengan bangkai musang
berlinang maki tak tampak
namun rasanya sudah membunuh aku
Aku merajut benang merah
Dilembah kalbu
Kusapa terus kau dinda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar